MENJADI MANUSIA LITERER DAN BERJIWA ATRAKTIF

Image
Literasi saat ini mulai digemakan kembali dan akhir-akhir ini banyak sekali penggagas sebuah ruang untuk mempelajari hal literasi. Ada ratusan groupchat WhatsApp dan Telegram Messenger, bahkan sampai merebak ke Instagram dan Facebook. Dari sekian banyaknya ruang literasi ini juga banyak sekali di antara mereka yang mengadakan event, seminar bahkan sampai ada yang membuat penerbitan indie. Suatu pencapaian yang sangat luar biasa, dan mestinya apresiasi atas karya sastra yang dilahirkan menuai banyak prestasi baik dari ruang literasi maupun individunya. Kemampuan tiap individu sangat diasah sempurna di ruang literasi tersebut, dan berbagai skill atau bakat yang tidak muncul di kala sekolah ternyata bisa bermunculan di ruang ini. Dan faktor merebaknya literasi ini adalah terbukanya ruang menulis untuk siapapun. Jadi, ada platform yang benar-benar menerima tulisan setiap individu untuk diterbitkan di media online dan media sosial. Ini menjadi titik terang bagi para muda-mudi yang hobi men...

MELATIH KETIDAKSEMPURNAAN


____

"Tidak ada yang tahu kebajikan dari ketidaksempurnaan, namun orang-orang selalu dibutakan dengan kesempurnaan yang mengalami berbagai negativitas yang merusak akal." --- AS. Wirotosukmo


Sesuatu yang ada dalam diri manusia adalah ketidaksempurnaan, karena kalau sudah sempurna dia sudah tidak bisa disebut manusia lagi. Artinya, ketidaksempurnaan ini jangan menjadi suatu hal yang negatif, ini hal yang sangat manusiawi dan sudah masuk dalam kodrat. Pemaknannya harus kita seleksi supaya kita terus menyadari hal tersebut dan mencoba mengembangkan ketidaksempurnaan yang beribu macamnya bahkan jutaan.
Kita Bisa Saja Mati
Bayangkan saja kalian punya segalanya dan melebihi orang terkaya di dunia, apa yang akan kalian lakukan? Bayangkan berjuta-juta bahkan miliaran orang tidak mengalami hal yang sama dengan apa yang kalian bayangkan. Mereka yang disana ada yang kelaparan, kekurangan, makan sehari besok puasa, bahkan ada yang mati. Oke, kita sama-sama nasibnya sebagai manusia, tetapi kita perlu power impact agar bagaimana akal sehat kita ini mencerna apakah manusia yang lain seperti saya? Apakah manusia di luar sana masih mengalami ketidaksempurnaan yang berlebih, atau bahkan sama sekali tidak memiliki? Kita bisa analisa problem itu, dengan akal dan segala pengetahuan yang kita dapat dan masuk ke dalam jiwa dan hati kita, aku yakin kita akan melakukan apa nantinya.
Sekarang ini, menurut pribadi bukan hanya soal melawan dan terus melawan, tetapi cobalah bergerak dan gebrak perubahan. 

Perubahan tentang menyehatkan akal sehat, melatih ketidaksempurnaan atau bahkan lebih ekstrimnya lagi mencoba memberdayakan sumber daya alam dan manusianya sekaligus memajukan semua aspek. Namun, hal itu menjadi perbincangan sehari-hari tanpa solusi. Ketika kita sebagai warga negara yang baik hati dan berbudi mulia, kita jarang mendapatkan sorotan terbaik atau bahkan kita hanya mendapat throw-in dan flashback yang kelam. Tanpa pertimbangan sama sekali, kita seperti kambing liar, dimana kita bisa dijadikan umpan atau menjadi musuh dalam sangkar.

Pemikiran seperti inilah yang seharusnya tidak layak untuk diperdebatkan, semisal persoalan tentang kerasnya penyusunan surat-surat yang hanya dibayar dengan deal currency slot dan home expensive dessert, dan semuanya seperti basi tanpa fermentasi. Kita layaknya kambing liar, disetarakan semut hitam, bahkan menjadi debu-debu yang bertebaran dan menumbuhkan benih, ternyata itulah yang berbahaya untuk mereka. Jangan-jangan selama ini kita dijadikan musuh besar dan paling utama dari pembuat pondasi kepalsuan.

Jangan-jangan pula kita hanyalah bongkahan cabe rawit, dimana semuanya digerus dengan seenaknya sampai akhirnya hanya menjadi penyiksa batin yang mematikan. Namun, kita tak pernah menjadi hal terkuat di luar, kita selalu menjadi yang terbawah tapi terus bergerak. Apakah yang terjadi selanjutnya? Kita bisa saja mati karena mengabdi.
"Bila rakyat tidak berani mengeluh itu artinya sudah gawat, dan bila omongan penguasa tidak boleh dibantah kebenaran pasti terancam." --- Wiji Thukul, Sastrawan.
Ambisius dalam Membius
Ketidaksempurnaan yang ada dalam diri kita ini ternyata sebuah keajaiban dan anugerah, agar kita dapat survive di alam yang berlimpah tetapi sering dijarah. Kita tak memiliki kesempatan untuk maju, bahkan mundur pun kita masuk dalam jurang ketidakpastian. Kode-kode yang berlumuran darah selalu mencuci otak anak-anak kita yang selalu dibanggakan. Tidak selamanya yang baik menjadi putih, dan yang hitam selalu menjadi yang terkuat dalam peradaban.

Mengapa ambisius selalu menjadi tenaga ekstra? Karena dalam lingkup jiwa manusia yang terlalu elegan untuk dunia, ketidaksempurnaan ini sering berkolaborasi dengan rasa ambisius yang tinggi. Makanya, mengapa selalu ada perlawanan dalam permasalahan, mengapa ada ketidakadilan di bawah ketidakjelian, dan masih banyak lagi. Dalam melatih ketidaksempurnaan inilah yang akhirnya menjadikan kita sebagai yang terkuat menginjak-injak mereka yang selalu menyiksa diri. Kita tak pernah merasa tersiksa, mereka yang selalu terlihat menyiksa justru mereka yang sedang menyiapkan peralatan bunuh diri.

Tidak apa kita tak tenang dalam lahiriyah, dalam kebatinan dan spiritual kita yakin menang. Dalam ranah ekonomi, budaya, politik sampai embel-embel yang selalu mendoktrin otak kita, itupun kalah dengan ketidaksempurnaan. Kemampuan akal sehat berjalan mulus, kecerdasan dan cekatan dalam mencari celah kita masih di atas, meloloskan diri dari hal-hal menjemukan kita masih selalu menaiki podium pertama. Lalu, apalagi ketidaksempurnaan yang justru menganugerahi hidup kita?


"Terdengar suara-suara tak indah dalam perjuangan menuntut hak juga tidak mengapa. kalau government hanya pengin mendengar suara-suara indah, berarti mereka tidak sedang membutuhkan warga negara. Suruh saja para tokoh yang prejang-prejeng pakai jas dan baju safari itu mengurus cucak rowo atau perkutut." --- Sudjiwo Tedjo, President Jancukers.

Ditulis oleh: Arief Santoso
Sukabumi, 26 Juni 2020 08:02

Comments

Popular posts from this blog

MENJADI MANUSIA LITERER DAN BERJIWA ATRAKTIF

AKU MENULIS INI KETIKA TERINGAT PERTENGKARAN SEBAB ROKOK

RUMAH YANG SEBENARNYA