Bingung untuk menjelaskan arti sebuah cinta yang terlalu bersemi dan terpupuk rapi. Padahal, hanya sebatas hubungan yang tak ada romantis-romantisnya, dan hanya berisi bahan diskusi dan obrolan yang tak bisa dinilai sebagai status pacar atau hubungan spesial layaknya pasangan lain disana. Hampir seluruhnya hanya sebuah teman ngobrol, berbagi pemikiran, ide dan gagasan.
Kisah cinta hanyalah nama, esensinya ketika kau dapatkan pasangan yang benar-benar mudah beradaptasi dan berkompromi. Tak ada cinta yang indah dan abadi, yang ada hanyalah sesuai porsi dan fleksibel. Arti fleksibel dalam hubungan percintaan adalah kedua insan dapat bertukar informasi dan perasaan secara terbuka dan saling merajut semuanya menjadi prospek ke depan. Bukan realistis, bukan pula materialistis, tetapi adu pemikiran dan kombinasi memang diperlukan, karena cinta tak selamanya menjadi prioritas tapi itu hanyalah jalan untuk memupuk masa depan.
Naasnya, keburukan atas nama cinta mendominasi ketulusan atas nama cinta. Tak ayal, di zaman sekarang sulit menemukan rasa cinta dibanding kata cinta. Terlalu mudah mengatakan dan menyatakan, tapi sulit untuk menghubungkan dan menyatukan. Terlalu banyak ego dan bualan belaka, tetapi tak mampu mewujudkan apa yang menjadi rencana. Terlalu banyak obsesi, ambisi dan ekspektasi hingga akhirnya hubungan dan cintanya mati ditelan patah hati. Cobalah jujur, apa adanya dan secukupnya, percintaan hanyalah jalan yang harus kita sadari dan rasakan.
Memoriam percintaanku mungkin tak seasyik dan seromantis yang dibayangkan, hanya mencoba menyatukan jiwa raga dan mental untuk selalu support, healing dan grow up together to future. Namun, naasnya kandas di ujung jalan, kalau di tengah jalan masih bisa diperbaiki dan selalu saja tak sanggup untuk dievaluasi, hanya pembenahan secara verbal dan tekstual.
Perjalanan demi perjalanan selalu dihadapkan dengan situasi mencekam, kondisi yang up-down, selalu saja bertahan lama dengan penuh angkara. Tak apa, pelajaran dalam bercinta ternyata diperlukan, guna tak terjadi lagi di masa silam. Asyik, iya. Tak ada saling menyalahkan dan selalu saja ada keberuntungan dan keharmonisan yang utuh dan apa adanya.
Perjalananku curam dan terlalu ramai diperbincangkan, mengapa aku harus seserakah itu kepada sosok yang harus aku cintai dan kumiliki. Keterlaluan memang, tetapi memang itulah dahulu kala, nafsu dan ego tak teratur, selalu melantur di waktu tidur, tak pernah bisa berkompromi dengan alur hingga akhirnya tersungkur. Namun, akhirnya aku bersyukur menemukannya. Iya, dialah yang aku yakini orang yang akan menemaniku mengarungi dunia penuh makna dan kata-kata.
Hingga akhirnya kuniatkan dalam hati, segala patah hati, sakit hati, kesalahpahaman, kata maaf yang beribu kali terucap, baiknya diuraikan dalam sebuah puisi yang nantinya menjadi sebuah lagu yang segera diwujudkan.
REBAH DAN ABADI
Arief Santoso
Hela napasku tiba,
doa-doaku untuk kalian semua
Terima kasih atas cerita cinta,
hanya satu yang kudamba dan baka
Tak kusangka kuingat masa
Jalan indahku dengan Acha, Fia, Julia
Maaf aku berubah tak lama
Saat kutemukan Gresia dan Elena
Kusebut kau dalam doa
Malam panjang membisiku Delisa
Seribu puisi kusemat dalam bukumu
Lambaikan tangan, saatnya berlabuh
Indah setara padamu, Tania
Rengkuh lukaku yang bersorak ria
Dari perempuan terkuat s'panjang masa
Tria, Rania, Gia, Monica
Berakhir tanpa pelukan mesra
Raih tujuanmu pada yang kau cinta
Kulepas dengan senyuman tanpa tawa
Tanda rela melepasmu, Veronica
Maaf juga pada yang kulupa
Hingga tinggalkan duka nestapa
Maria, Theresa, Fiona, Fahrina
Kau selalu ada dalam jiwa
Kuketuk pintu tempat berteduh
Sampai akhirnya aku terjatuh
Nyaman dalam genggaman dan pelukmu,
kurajut abadi namamu dalam hatiku
Kurebahkan tubuh tak berdaya
Kaubalut dan peluk aku, Maulida
Kini saatnya kita jalan bersama
Mengakhiri semua dengan bahagia
Sukabumi, 10/06/2020
Jadi, garis tengahnya adalah hubungan percintaan adalah mengambil keputusan untuk patah hati atau sakit hati, karena risiko bercinta adalah pesakitan, bonusnya adalah kebahagiaan. Kesabaran dan segalanya selalu diuji, berontak batin dengan ego dan nafsu untuk menang sendiri. Tak apa, gejala alami bercinta memang seperti itu. Sabar saja, jalani dan hadapi bersama.
Sampai kini, kutemukan seorang yang memang layak dan akan kuperjuangkan. Semoga pengantar ini dapat dibaca olehnya, iya dia yang selalu kusebut dalam doa dan selalu kubisiki dalam puisi-puisi yang kusematkan dalam buku dan chat singkatku padanya. Semoga kalian bahagia dan baik-baik saja. Dan untukmu, tetaplah bahagia dan jadilah dirimu sendiri yang fantastis!
��
ReplyDelete