Dua minggu berlalu, aku melewati kehidupan yang sangat flat. Bangun, makan, kuliah, kerja, tidur, yang menurutku memang tidak begitu fun dan absurd. Menikmati puisi, karya lukis, seni, musik dan perihal lainnya tentang estetika adalah caraku untuk mengisi ke-flat-an hidup yang aku alami. Terlebih, jika pekerjaan menumpuk atau tugas kuliah rasa sekolah, justru membuatku semakin berontak dan akhirnya memilih untuk berlari-lari di tepian sungai sembari menyanyikan himne dan elegi serta berteriak layaknya orator demo di Los Angeles, AS.
Terlewat dua minggu yang membosankan, kuubah menjadi keasyikan yang harus dijalani. Sebuah perjalanan yang panjang dimana waktu semakin cepat dan pekerjaan semakin ringan. Saat itu, aku menemukan formula yang sangat ampuh menyembuhkan penat dan luka di saraf-saraf otak dan jaringan otot di seluruh tubuh kita.
Formulasi alami yang didapat dari kolaborasi antara rasa dan semangat yang menggebu, menurutku ini mengalahkan segala formulasi buatan yang dihasilkan dari pasangan atau sekadar traveling semata. Bahkan, penghematan bahan bakar pun terjadi, ketika pembakaran semangat lewat musik, hobi, kegemaran yang membuatku asyik, aku menyatakan bahwa inilah yang aku cari selama hidup. Passion dan semangat juang yang harusnya ada, dahulu selalu dikubur dengan gengsi dan ego sendiri. Effort untuk melangkah yang kini telah tertanam, dahulu diinjak-injak oleh materialisme dan adiktif terhadap keduniawian. Mindset yang sekarang selalu terbuka dan selalu mengedepankan action, dahulu dirombak secara brutal oleh kurikulum kehidupan yang mengharuskan finansial sebagai target utama.
Padahal, yang paling mudah dicari dalam kehidupan namun sulit untuk menyisihkan segala yang ada adalah kedamaian, ketentraman dan ketulusan.
Mengapa paling mudah? Begini caraku untuk menguraikan satu per satu, pertama adalah kedamaian. Siapa sih yang tak mau hidupnya damai yang berdampak jiwanya tenang? Rasa damai ini bisa kita olah dengan cara positive thinking and open-minded for every situations of your life. Berbaiksangkalah dengan pribadi, berpikiran yang teratur dan sehat dapat melahirkan kondisi tubuh yang sehat. Kata pakar spiritual, "Sehatnya tubuhmu berawal dari sehatnya akalmu."
Kadang kita tak sadar bahwa apa yang kita pikirkan belum tentu baik untuk tubuh kita, kita memikirkan hal yang susah untuk dinalar dan dilakukan, kita terlalu sering untuk mendamba sesuatu dan lain sebagainya, itu adalah bentuk dari ketidakteraturan pikiran kita yang nantinya akan berdampak pada pola hidup dan kesehatan tubuh kita. Maka, hal yang paling utama yang harus dilakukan adalah mengolah ketenangan dan kedamaian seluruh elemen tubuh, agar semuanya dapat terkontrol dan mampu menjalankan semua tugasnya dengan baik.
Sulit memang untuk menemukan kesejatian dan ketenangan hidup ketika kita masih dirundung sepi dan ambisi untuk terus melangkah. Terkadang, kita mesti melakukan hal yang di luar kemampuan kita, adapula yang harus merelakan segalanya demi apa yang kita inginkan, dimana hal tersebut justru merusak sistem kerja otak dan hati kita yang akhirnya kita tak bisa meredam keinginan, mengendalikan emosi dan ego, apalagi sampai tak mampu berpikir jernih dan berprasangka baik.
Catatan untuk mentransformasikan kedamaian dalam hidup adalah kita bisa untuk selalu berpegang teguh pada pendirian bahwa berpikir positif adalah suatu tindakan yang mestinya dilakukan, serta lakukan apa yang kita sukai tetapi jangan sampai melampaui batas kemampuan.
Jalani hidup dengan tenang, bahagia dan doa-doa yang selalu kita panjatkan.
Perbuatan baik dan perilaku baik selalu saja menjadi cahaya bagi pelakunya, dan juga menjadi sinar terang bagi penerimanya. Bahkan, satu kebaikan akan menyebar dengan cepat dan tak terduga. Artinya, kebaikan tak bisa disebut sebagai sesuatu yang terdapat ruang dan waktu, selalu saja menembus batas-batas yang kita anggap semu maupun hanya khayalan belaka. Contoh kecil ketika kita menderma atau bersedekah, apa yang kita berikan ternyata akan kembali, bahkan ada yang menyebutkan bisa menjadi dua kali lipat sampai tak terhingga. Itu sebabnya mengapa semua agama selalu menganjurkan berlomba-lomba dalam kebaikan dan berbuat baik kepada siapapun dan apapun tanpa membedakan objek kebaikan.
Keistimewaan berbuat baik juga banya disebutkan dalam agama apapun, kemuliaan seseorang yang membiasakan berbuat baik biasanya selalu terbalaskan dalam jiwa raganya. Bahkan, hatinya selalu tenang dan damai, dan resah ketika seseorang tersebut tidak melakukan kebaikan sekali pun.
Mudah-mudahan apa yang aku sampaikan bisa menjadi hal positif buat kita semua, dan baiknya kita mampu menata diri, membiasakan diri dengan hal baik dan teruslah berperilaku baik kepada siapapun.
But, you must know when i wrote this blog, i spend a cup of coffee and three cigarettes.
"Ditulis pada tanggal 10 Maret 2020, Sukabumi."
Menginspirasiii:")
ReplyDelete